4 Bank dan 1 Fintech Di Indonesia Pada Tahun 2023 Dinyatakan Bangkrut, Yuk Kita Simak!

4 Bank dan 1 Fintech Di Indonesia Pada Tahun 2023 Dinyatakan Bangkrut

Bungbulang.id
, Garut Selatan -- Bank yang mengalami kegagalan bertambah lagi di Indonesia pada tahun 2023 sejumlah 4 bank dan 1 fintech dinyatakan mengalami kegagalan atau bangkrut di akhir tahun ini.

Berikut informasi 4 Bank dan 1 Fintech Di Indonesia Pada Tahun 2023 Dinyatakan Bangkrut, Yuk Kita Simak!


Dikabarkan ke 4 bank yang bangkrut itu adalah bank perekonomian rakyat (BPR).

Terbaru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menutup izin usaha PT Bank Perkreditan Rakyat Persada Guna melalui Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-84/D.03/2023 tanggal 4 Desember 2023

Sebulan sebelumnya, PT Bank Perkreditan Rakyat Indotama UKM Sulawesi juga bangkrut dan telah dicabut izinnya oleh OJK melalui Keputusan Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor KEP-79/D.03/2023 tanggal 15 November 2023

Adapun daftar bank yang bangkrut sepanjang tahun 2023 adalah sebagai berikut:
  1. BPR Persada Guna
  2. BPR Indotama UKM Sulawesi
  3. PT BPR Bagong Inti Marga
  4. Perumda BPR Karya Remaja Indramayu

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan biang kerok dari pencabutan sejumlah BPR ini adalah pelanggaran ketentuan yang berlaku atau fraud.

Informasi lebih lengkapnya bisa Anda dapatkan di Bisnis.com dengan judul "Daftar Bank Bangkrut di Indonesia Gara-gara Fraud sepanjang 2019-2023"

Dan untuk informasi bank yang sudah atau sedang proses Likuidasi bisa Anda dapatkan di situs resmi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) berikut: https://lps.go.id/bank-yang-dilikuidasi

Selain bank yang bangkrut, terakhir ada 1 fintech juga yang mengalami kegagalan dalam menjalankan bisnisnya, fintech tersebut adalah Yoi yang dikembangkan oleh PT. ASRO DOT NET, (Bungbulang - Garut).

Saudara Asep Rohimat (biasa dipanggil Asep/Asro) selaku programmer yang bertugas sebagai Front End and Back End Engineer dan juga selaku direktur utama-nya mengatakan, "Aku benar-benar salah langkah dan benar-benar terjerumus dalam kemaksiatan, mungkin akibat belum nikah, jadi ketika buka tiktok terus ketemu sama wanita-wanita cantik, siapa yang gak tergoda oleh wanita yang cantik, Aku seorang lelaki yang belum ada pegangan (pasangan hidup) kepada siapa diri-ku harus menyayangi dan berbagi maka aku merasa diri ini bebas untuk berbagi kepada siapapun yang dikehendaki melalui Gift TikTok tanpa disadari melewati batas kemampuan yang akhirnya mengakibatkan minus hingga 77 juta, minus ini bukan semuanya karena gift tiktok tapi karena sebelumnya sempat kena transaksi froud mesin EDC versi lama yang belum berbasis Android, mesin EDC lama tersebut rentan digunakan kejahatan mungkin karena adanya fitur tertentu yang bisa disalahgunakan."

Lantas bagaimana kelanjutan aplikasi Yoi dan bagaimana dengan pengguna yang sudah menggunakan Yoi?

Saudara Asep mengatakan "Walaupun Yoi sedang berada dititik minus, karena aplikasi Yoi dibangun dengan sejarah dan perjalanan cinta, maka Yoi tidak akan pernah ditutup dan akan tetap dijalankan namun secara pelan-pelan hingga tumbuh lagi dan membesar, karena aku yakin berdasarkan pengalaman kesenangan terhadap sesuatu seperti menggunakan tiktok itu tidak akan lama karena rasa penasaran akan hilang setelah terpenuhi, oleh karenanya diharapkan pengguna yang menyukai aplikasi Yoi dapat tetap menggunakan seperti biasanya tak perlu takut dan khawatir kehilangan, perlu kita ketahui setiap bisnis itu mengandung resiko. "

Demikian berita Bungbulang.id hari ini semoga menambah informasi dan wawasan untuk Anda semua.


Ketik kata kunci pada kolom pencarian dan tekan Enter / Cari untuk mulai menelusuri.